Assalamu'alaykum! Hai-hai viewers semua! Ketemu lagi dengan saya!..
Mumpung lagi dapet inspirasi nih, pengen nulis ajah... :) Tapi ini cuma Opini saya loh, jadi mohon maaf jika menyinggung, ataupun salah besar. karena sekali lagi, ini cuma opini saya.
Umm, kalian tau kan di Indonesia itu banyak sekali gedung-gedung peninggalan Belanda yang masih kokoh berdiri. mulai dari Benteng, Stadhuis, dll. Gedung-gedung itu walaupun terlihat amat klasik dan "kuno" tapi saat diterpa gempa dan angin kencang gedung-gedung itu tetap kokoh berdiri. Ada yang tahu kenapa??? memang mungkin akan banyak jawaban seperti tentang bahan dasar bangunannya yang TOP, perawatan nya yang maksimal, dan lain-lain. Lalu bagaimana bisa Belanda "membuang-buang" uang hanya untuk membangun gedung yang kualitasnya terjamin dengan bahan dasar TOP dan perawatan maksimal di Indonesia padahal untuk membayar rempah-rempah dari petani Indonesia saat itu saja mereka membayar dengan harga yang lebih renda dari harga pasar saat itu? Bukankah tujuan awal Belanda ke Indonesia itu adalah berdagang dan mencari rempah-rempah saja? Untuk apa mereka membangun gedung-gedung seperti itu??
Sekali lagi, ini hanya tanggapan saya. Menurut saya, sudah banyak diketahui kalau kolonial Eropa itu mempunyai semangat kolonialisme dan imperialisme yang tinggi serta semboyan 3G (Gold, Glory, Gospel) yang terus digalakkan saat itu. Berhubung di Indonesia ini sangat kaya akan SDA-nya terutama rempah-rempah yang sangat mereka butuhkan, mereka pun tertarik untuk membangun kolonialisme dan imperialisme yang kuat di negara kita tercinta ini. Setahap demi setahap mereka lalui, memang banyak penolakkan dan penentangan serta pada akhirnya mereka kalah, tapi mereka mempunyai usaha, ilmu, dan ke"hebatan" yang patut diacungi jempol. Bayangkan Belanda saja sudah 3,5 abad memasang tegak spanduk kolonialisme di negara kita, apalagi jika dijumlah dengan Portugis, Inggris, Spanyol dll, bisa kita bayangkan berapa lama mereka sanggup bertahan dari perlawanan pejuang-pejuang kita??? yak, beratus-ratus tahun. Dan selama beratus-ratus tahun itulah mereka membangun anggapan, "AKU AKAN TINGGAL DI INDONESIA SELAMANYA, DAN JIKA AKU MATI, MASIH BANYAK PENERUSKU YANG AKAN TINGGAL DISINI DEMI KEJAYAAN NEGARAKU", memang terdengar angkuh, tapi itu justru membangun semangat mereka untuk tetap tinggal dan membangun kolonialisme dan imperialisme yang tinggi. Untuk membangun keduanya mereka membangun gedung-gedung yang kokoh, kuat, hebat, dan tak tertandingi, yang sanggup bertahan hingga lebih dari 400 tahun, yang masih sanggup kokoh berdiri. Dan satu hal, karena anggapan itu mereka benar-benar membangun Gedung-gedung secara kokoh, dan merawatnya agar mereka tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk melakukan perbaikan/pembangunan ulang hanya karena terjadi bencana, tentunya itu tanpa PENYELEWENGAN DANA PEMBANGUNAN.
Yah, kita berharap saja Indonesia bisa mencontoh semangat "AKU AKAN TINGGAL DI INDONESIA SELAMANYA" bukan malah membangun semangat "AKU HANYA AKAN MEMPEROLEH JABATAN MAKSIMAL 2 PERIODE JADI AKAN KUMANFAATKAN KESEMPATAN INI UNTUK MEMUPUK UANG".
Saya minta maaf jika opini saya kurang berkenan dihati para viewers . Tapi ini hanya pendapat saya. Jadi saya mohon maaf sekali lagi dan saya kembali ucapkan ini hanya opini saya, anak kelas 7 SMP yang belum tahu apa-apa.
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial. Tampilkan semua postingan
Senin, 23 April 2012
Jumat, 20 April 2012
Mulai Coba Kenali Tempat Bersejarah yang tak diduga
Sebenarnya sangatlah banyak tempat-tempat
bersejarah yang sering kita sambangi,
tapi tidak kita sadari bahwa tempat itu adalah tempat-tempat yang penuh dengan
sejarah perjuangan para pahlawan yang berjuang demi tanah air kita tercinta,
Indonesia. Bahkan, tanpa kita sadari, sebenarnya banyak sekali tempat di
sekitar sekolah kita yang tercinta ini , SMPN 1 Godean, yang penuh dengan nilai
sejarah perjuangan para pahlawan kita. Jadi, sebenarnya kita tidak perlu pergi
jauh-jauh hanya untuk mencari tempat bersejarah.
1.
Lapangan TGP
Banyak orang
selalu melewati tempat ini, tetapi tidak mengerti apa kepanjangan dari nama
lapangan ini, TGP. Kepanjangannya adalah Tentara Geie Pelajar. Dahulu TGP
(Tentara Genie Pelajar) adalah sebuah korps tentara yang anggotanya merupakan
para pelajar tekhnik yang dibekali ilmu-ilmu kemiliteran dan turut berjuang
dalam garis komando yang jelas. TGP melakukan perjuangan yang bersifat tekhnis.
Mangapa? Karena kebanyakan anggotanya adalah para pelajar setingkat STM, dan
merupakan suatu kesatuan zeni yang bergerak dalam bidang pembangunan jalan,
jembatan dan infrastruktur lainnya. Oleh karena perjuangannnya itu nama TGP
diabadikan menjadi nama lapangan ini dan juga nama sebuah monumen di Malang.
2.
Monumen Korps BRIMOB
Kita melancong sedikit ke Sedayu, Bantul. Lebih tepatnya di Sedayu bantul Yogyakarta dekat dengan stasiun Rewulu (sebelah selatan) sekitar 300 meter. Kita akan temukan sebuah monumen berbentuk badan kapal yang tinggi menjulang keatas langit. Namanya Monumen BRIMOB. Beberapa dari kita mungkin sudah mengenal monumen ini. Monumen ini dibuat untuk mengenang jasa para pahlawan yang gugur di medan perang sana.
3.
Selokan Mataram
Sudah tidak asing lagi mendengar namanya. Ketika melewati selokan mataram mungkin tidak terlintas di pikiran anda, bagaimana sejarahnya, kapan dibuatnya, atau siapa yang membuatnya. Selokan mataram dibangun pada masa penjajahan Jepang. Kala itu Jepang sedang menggalakkan Romusha. Raja Yogyakarta saat itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX berusaha menyelamatkan warga Yogyakarta dari kekejaman Romusha.Nah, ternyata banyak tempat bersejarah yg tidak kita duga bukan? Ayo kenali mulai sekarang!
Langganan:
Postingan (Atom)
